Kesalahan Dalam Mengelola Manajemen Inventory

Kesalahan-kesalahan kecil yang sering terjadi pada manajemen inventory dapat mengakibatkan hal yang sangat fatal dalam memastikan persediaan. Hal ini otomatis dapat berdampak pada kelangsungan kelancaran bisnis dan kepercayaan konsumen. Maka dari itu penting bagi Anda untuk menghindarinya. Berikut adalah kesalahan yang sering dilakukan dalam mengelola manajemen inventory:

Lemahnya manajemen rantai pasok

Sebagai pebisnis harus mengetahui bahan baku dari produk yang dihasilkan perusahaan Anda, sumber bahan baku yang digunakan, bahkan harus mengetahui apakah supplier dapat selalu memenuhi permintaan perusahaan Anda. Sehingga seluruh hal yang menyangkut proses pembuatan produk dari bahan baku hingga bahan jadi harus dipikirkan. Di dalam manajemen supply chain dibahas dari produk masih berupa bahan baku hingga menjadi produk yang siap dikirim ke pelanggan. Dengan menerapkan manajemen rantai pasok yang baik akan berdampak pada keuntungan dan nama perusahaan Anda di mata pelanggan.

Produk yang over selling dan over ordering

Salah satu komponen yang penting untuk mempertahankan reputasi dan sikap profesionalisme di dalam bisnis adalah harus mampu memenuhi permintaan konsumen. Tetapi masih banyak perusahaan yang membuat kesalahan pada sistem over selling dan over ordering. Dalam hal ini juga perlu mengetahui jumlah barang persediaan yang terdapat pada gudang. Jangan lupa pikirkan pula arus keluar masuk barang, sehingga Anda dapat mengetahui kapan barang dapat dijual dan kapan harus restock. 

Perkiraan permintaan yang kurang akurat

Perkiraan permintaan suatu produk yang kurang akurat juga salah satu penyebab sering terjadinya kesalahan dalam manajemen inventory. Baik itu perhitungan secara manual maupun menggunakan software. Kedua cara tersebut bisa terjadinya human error ataupun error yang terjadi dalam aplikasi sehingga bisa berakibat fatal dalam merencanakan produksi. Sehingga yang harus dimiliki oleh suatu sistem manajemen inventory adalah bebas terjadinya kesalahan data. Perkiraan permintaan sangat penting karena berkaitan dengan jumlah produk yang akan diproduksi, sehingga apabila terjadi kekeliruan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

Masalah penentuan harga

Ketika menjual suatu produk pasti sudah menghitung berapa harga produk tersebut untuk dijual. Dalam menentukan harga juga tidak dapat sembarangan karena ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan seperti keadaan perekonomian negara, biaya produksi, persaingan, dan elastisitas permintaan. Harga yang dipatok pada suatu produk lebih murah maka akan berdampak pada permintaan yang lebih besar. Keadaan ini yang harus dicermati ketika mematok harga terlalu murah dan tidak mengantisipasi jika permintaan meningkat yang dapat mempengaruhi jumlah stok.

Kurangnya pelatihan sumber daya manusia

Menerapkan sebuah sistem yang dapat mengotomatisasi seluruh proses yang ada di perusahaan Anda tentunya menjadi hal yang ideal bagi setiap perusahaan. Di balik itu semua tentu ada orang yang bertugas untuk mengoperasikan dan menjalankan setiap proses termasuk persediaan. Sumber daya yang kurang handal pada divisi persediaan dapat mempengaruhi timbulnya kesalahan. Maka dari itu pelatihan sumber daya manusia dirasa cukup penting untuk meningkatkan kemampuan sikap profesionalisme dalam bekerja. 

Persediaan produk dituntut untuk selalu berjalan lancar sehingga sering diibaratkan dengan aliran darah dalam tubuh. Adanya masalah yang timbul dalam menangani persediaan dapat berdampak pada keseimbangan perusahaan. Jadi untuk tetap menjaga bisnis tetap tumbuh dan semakin berkembang, maka cermatlah untuk memantau stok persediaan. ERP Indonesia menyediakan software inventory yang dapat mengotomatiskan dalam memantau persediaan produk, sehingga kesalahan yang timbul dapat diminimalisir.

Mengenal DMS (Document Management System) dan Manfaatnya