Mengenal Istilah Pent-Up Demand Dalam Bisnis

Dalam bisnis, Pent-Up Demand adalah kondisi di mana permintaan akan produk atau layanan meningkat secara drastis dan cenderung tiba-tiba. Dinamakan Pent-Up Demand karena permintaan yang tinggi dan mengacu pada keinginan terpendam akibat berbagai alasan. Istilah ini menggambarkan kembalinya masyarakat secara umum ke kebiasaan konsumerisme setelah adanya kondisi pengeluaran yang menurun.

Berdasarkan pengertian tersebut, setidaknya ada 2 hal yang menjadi ciri Pent-Up Demand, yaitu

  1. Pent-Up Demand mengacu pada peningkatan secara pesat atas permintaan suatu produk atau jasa
  2. Pent-Up Demand terjadi setelah periode pengeluaran masyarakat umum yang melemah
Proses Terjadinya Pent-Up Demand

Terjadinya Pent-Up Demand biasanya diawali dengan kondisi ekonomi yang melemah seperti resesi. Oleh karena kondisi yang tidak biasa seperti ini, maka konsumen cenderung menunda pembelian produk karena menganggap adanya keperluan yang lebih penting. Setelah kondisi membaik dan ekonomi kembali bangkit,maka dimulailah kondisi Pent-Up Demand yang dimaksudkan.

Kemudian konsumen secara kolektif akan mulai melakukan pengeluaran terhadap hal-hal yang sebelumnya ditangguhkan. Mengapa bisa ditangguhkan? Karena jika tidak melakukan pengeluaran untuk membeli barang tersebut maka kehidupan rumah tangga atau bisnis masih bisa bertahan. Dalam bahasa umum, pengeluaran ini mengacu pada keinginan, bukan kebutuhan.

Sebenarnya, permintaan tidak akan pernah berhenti. Hanya saja masyarakat lebih memilih untuk menunda pembelian ketika kondisi keuangannya sedang tidak baik. Konsumen akan melakukan pembelian setelah kondisi finansial mereka mampu untuk memenuhi harga yang diminta penjual. Penundaan inilah yang menyebabkan adanya istilah permintaan terpendam.

Sedangkan dalam siklus ekonomi konvensional, permintaan yang terpendam seringkali terjadi seiring dengan tingkat penghematan uang. Layaknya sebuah hasrat akan suatu barang, maka konsumen akan melepaskan keinginannya dengan membelanjakan lebih banyak barang. Hal ini beriringan dengan tingkat tabungan yang justru menurun.

Dan selayaknya hukum ekonomi, maka hal ini berdampak pada penjualan. Ketika permintaan meningkat maka harga akan meningkat pula. Ini artinya, penjual yang melakukan kegiatan bisnis dapat menawarkan harga yang lebih tinggi dibanding waktu normal. Dari sisi konsumen pun, meningkatnya harga juga tidak memiliki pengaruh yang besar karena rasa ingin yang sudah lama terpendam menyebabkan harga tidak lagi menjadi hal yang tidak begitu diperhitungkan selagi masih dianggap wajar. 

Demikianlah penjelasan mengenai Pent-Up Demand dalam bisnis. Kondisi ini bisa dikatakan menciptakan siklus ekonomi yang meningkat. Artinya, secara ekonomi hal ini baik guna menjaga permintaan sehingga pemulihan ekonomi lebih cepat tercapai.

ERP Indonesia December 23, 2021
Share this post
Tags
Archive
Memahami Perbedaan Bea, Cukai, dan Kepabeanan