Tips Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19 Bagi Bisnis

Prediksi tentang adanya gelombang kedua COVID-19 sudah diperbincangkan sejak berbulan-bulan lalu. Di beberapa negara Eropa, kasus COVID-19 sempat mereda, namun kembali meningkat sekitar bulan Agustus lalu. Sedangkan di Indonesia sendiri sudah menjadi negara dengan angka kematian tertinggi akibat virus corona ini.

Isu tentang adanya gelombang kedua virus COVID-19 membuat banyak orang khawatir. Ini dikarenakan akan semakin banyak perusahaan yang tutup sehingga semakin banyak pula orang yang terancam kehilangan pekerjaan.

Namun, apakah gelombang kedua pandemi ini hanya sekadar prediksi atau kita benar-benar akan menghadapinya? Dan bagaimana strategi agar perusahaan di Indonesia bisa mengantisipasinya? Kami telah merangkum 4 tips yang dapat diterapkan pada perusahaan Anda untuk mengantisipasi serta meminimalisir dampak dari gelombang dua COVID-19

1. Berlakukan Sistem Kerja Remote

Bila benar-benar diterapkan dengan baik, sistem kerja remote tidak hanya membantu mengurangi resiko terjadinya penularan virus di tempat kerja, namun juga membantu meningkatkan produktivitas karyawan. Karena karyawan dapat terhindar dari perjalanan yang jauh dan dapat menjaga kesehatannya lebih optimal. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan perlu mempertimbangkan untuk memberlakukan sistem kerja remote hingga pandemi usai. 

2. Kelola Kas dengan Lebih Baik

Di saat pandemi seperti saat ini manajemen arus kas menjadi semakin penting dari yang sebelumnya, sehingga Anda harus mengelola arus kas lebih ketat lagi. Perhatikan sumber-sumber pendapatan dan juga fokus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi klien. Hindari pembelanjaan yang tidak perlu untuk mengontrol anggaran. Anda bisa mulai menggunakan aplikasi pelaporan keuangan otomatis untuk membantu mengontrol arus kas secara lebih akurat. 

3. Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Menurut para ahli, gelombang kedua pandemi COVID-19 ini dapat benar-benar terjadi ketika penerapan protokol kesehatan mulai diabaikan secara total. Tidak ada wilayah yang dapat mengabaikan protokol kesehatan, sebab protokol kesehatan adalah kunci dan kebiasaan baru yang akan dilakukan dalam jangka waktu lama. Saat ini, perusahaan yang sudah kembali beroperasi wajib menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. 

Pembatasan sosial yang termasuk ke dalam protokol kesehatan seringkali menjadi kendala bagi kantor kecil. Namun, hal ini dapat diatasi dengan membuat jadwal shift.

4. Lakukan transformasi digital

Tidak ada yang mengetahui kapan gelombang kedua pandemi ini akan datang. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengurangi resiko melalui kebijakan baru yang sesuai dengan protokol new normal. Salah satunya adalah bertransformasi dengan menggunakan aplikasi digital untuk operasional bisnis Anda. Dengan mulai berpindah ke digital, Anda juga bisa meminimalisir untuk bertemu banyak orang hanya untuk mengurus berbagai hal. 

Transformasi seringkali dianggap menakutkan sebab terlihat susah dan berbelit. Akan tetapi, beralih ke digital justru akan memberikan banyak kemudahan bagi bisnis Anda.

Tips di atas diharapkan dapat membantu Anda menerapkan manajemen krisis sebagai antisipasi munculnya gelombang kedua pandemi yang dikhawatirkan akan datang. Meskipun memang tidak ada cara yang dapat menjamin kita terbebas dari virus COVID-19 secara 100%. Namun, hal tersebut setidaknya dapat diantisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Langkah ini perlu dimulai dari lingkungan yang paling kecil, misalnya pada tempat kerja Anda.

Digitalisasi Manajemen Tamu Selama Pandemi COVID-19